Borobudur, ANTARA JATENG –  Komunitas Drone Phantom Magic Indonesia melakukan “kopi darat” di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu, dalam rangkaian ulang tahun pertama komunitas tersebut.
Ketua panitia kegiatan itu, Nafies Mara Adhinta, di Borobudur, Minggu, mengatakan selain di Candi Borobudur dan sekitarnya, kegiatan mereka juga di Yogyakarta pada Sabtu (18/3).
Mereka yang mengikuti kopdar itu berjumlah sekitar 50 orang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Yang paling jauh dari Toraja (Sulawesi Selatan). Tetapi untuk kopdar pertama ini juga diikuti komunitas-komunitas drone yang lain, seperti yang berasal dari Yogyakarta, Solo, Magelang, Temanggung. Biaya kopdar dari iuran anggota komunitas sendiri,” katanya.
Berbagai lokasi yang digunakan para anggota komunitas itu untuk kegiatan menerbangkan drone mereka secara bareng di sekitar Candi Borobudur, antara lain di Punthuk Setumbu dan Gereja Ayam Bukit Rhema.
Mereka juga melakukan kegiatan serupa sebagai puncak acara itu, di kompleks Candi Borobudur, dengan arahan khusus dari petugas pengelola candi yang juga warisan budaya dunia tersebut.
Ia menjelaskan Komunitas Drone Phantom Magic Indonesia beranggota para penggemar drone, dengan berbagai latar belakang profesi.
Komunitas itu, katanya, digagas oleh Fajar Hamidi, pemrogram komputer yang berhasil memodifikasi produk drone menjadi bisa terbang dan dikendalikan lebih jauh serta lebih stabil ketimbang dari pabrik.
“Tetapi pada akhirnya komunitas ini semakin berkembang dengan anggota yang mempunyai drone dari berbagai jenis,” katanya.
Dia mengharapkan pada masa mendatang drone semakin dikenal masyarakat dan memberikan manfaat tambahan yang positif bagi anggota komunitas.
Berdasarkan peraturan Kementerian Perhubungan, pilot drone wajib menjadi anggota komunitas drone di Indonesia.

Sumber: Antaranews.com

Language